Minggu, 10 Juni 2012

Cerita Sedih (Love Story Part 1)


Cinta tak harus memiliki tak harus menyakiti
Cintaku tak harus mati
Cinta tak harus bersama tak harus menyentuhmu
Membiarkanmu dalam bahagia walau tak di sampingku itu ketulusan cintaku.
          Alunan lagu yang di bawakan oleh Vidi Aldiano mengalir syahdu dari laptop Linda. Malam telah larut, hanya alunan melodi yang menemani Linda di tengah kesedihannya kini. Kegalauan menyelimuti hatinya dan seakan mengundang air matanya untuk mengalir. Ternyata tidak semudah yang ia bayangkan untuk melupakan sosok cinta pertama. Cinta yang tak pernah dan mungkin tak akan pernah bisa ia miliki.
          Ponsel Linda bergetar menandakan ada sms masuk, dia membuka perlahan.
Sayank, sudah tidur belum ?
Malam ne kekasih mu ini tak bisa tidur, karena memikirkanmu.
Sedang apa kau di sana kasih ?
          Linda kembali meletakkan ponselnya tanpa berfikir untuk membalasnya. Tak mudah baginya untuk berpura-pura bahagia pada kekasihnya walau hanya lewat pesan singkat. Dan tak mungkin juga dia berterus terang pada kekasihnya tentang apa yang dia rasakan sekarang. Walau di awal menjalin hubungan ini mereka telah berjanji untuk saling berterus terang.
          Sakit rasanya saat cinta yang sudah lama ingin di bunuhnya kembali tumbuh dan bersemi dalam hati Linda. Cinta pertama yang ia rasakan sejak 5 tahun lalu kini kembali bersemi saat Linda menatap matanya. Mata yang indah di balik sebuah kacamata, mata yang selalu membuatnya merasa tenang dan bahagia.
∞∞∞
Pagi ini Linda terbangun oleh alarm yang dia setting di ponselnya. Jam dinding di kamar Linda menunjukkan pukul 03.30, Linda duduk di pinggir ranjangnya. Mencoba menyadarkan dirinya yang sudah terlanjur terjebak dalam alam mimpi yang menjanjikan. Hari ini Linda akan berjuang membalaskan dendamnya, lebih tepatnya ambisinya.
          Betapa puas hati Linda saat ia bisa mengalahkannya dalam suatu kompetisi matematika, sebuah pelajaran yang dulu amat di bencinya. Sama seperti cinta pertamanya yang kini kembali ia cintai walau dulu ia amat membencinya. Ade namanya, cowok tinggi berkacamata. Setiap berjumpa dengannya Linda hanya bisa mengalihkan pandangan demi keegoisannya sendiri.
          Ade adalah cowok yang nyaris perfect. Banyak wanita yang sudah terjebak dan mencintainya. Namun, sampai saat ini tak satupun wanita yang telah ia pilih untuk menjadi kekasihnya. Linda adalah satu dari sekian banyak wanita yang terjebak mencintai Ade. Walau Linda tahu bahwa memiliki Ade adalah suatu hal yang mustahil.
          ‘Tapi lu belum bilang ke Ade khan, Lin ?’ Dila merespons cerita Linda saat mereka berada dalam bus yang dingin itu. Linda hanya menggeleng.
          Kini Linda dan Ade bersama dalam satu bus. Rombongan untuk pergi berjuang ke luar kota. Lomba ini yang saat ia tunggu, karena di sini ia akan membuktikan kemampuannya, walau harus menjadikan Ade sebagai rivalnya.
          ‘Impossible banget dia juga punya rasa yang sama kaya gua. Lagipula gua sudah ada yang punya.’ Linda mencoba menyalahkan perasaannya.
          ‘Gua yakin semua cowok yang lu pacarin selama ini Cuma pelampiasannya Ade khan ?’
          ‘Nggak koq, ah.. mungkin ne cinta sesaat gua ke Ade.’
          ‘Cinta sesaat sampe 5 tahun lamanya ? gila lu !’
          ‘Arrrghhh.. whatever gua gak tahu ’
∞∞∞
          ‘Badak bercula satu.. ’ Ade berjalan di samping Linda. Mungkin dia sengaja ingin menyapa Linda terlebih dahulu. Namun, Linda hanya menghindar dan semakin Linda menghindar semakin keras dia mengejek Linda. Linda hanya tak ingin memulai lagi semuanya, cukuplah bagi Linda untuk mencintai kekasihnya tak ada yang lain. Namun sayang tak bisa.
          Hari ini Linda berharap bisa menjadi yang terbaik. Matematika adalah cara melupakannya karena dengan matematika dia bisa menjadikan Ade lawannya dan akan membuatnya membenci Ade. Saat penentuan siapa saja yang akan masuk final di dalam lomba itu Linda berharap akan mejadi finalist walau berada di peringkat terakhir.
          Ade tetap menjadi jawara dan Linda hanya berada di peringkat 9 dari 10 finalist.  Linda mulai tidak percaya diri, apa lagi hanya akan diambil 5 orang finalist yang memiliki nilai tertinggi yang akan menjadi juara. Pada babak yang terakhir ini Linda harus menjawab soal dan mempresentasikannya di depan dewan juri.
          Linda masih harus menunggu giliran untuk di panggil. Dan saat mengerjakan soal yang hanya diberi waktu 10 menit itu fikiran Linda melayang pada kekasihnya yang ada di luar kota. Betapa ia merasa bersalah pada kekasihnya itu, saat kekasihnya terus mendoakannya dari rumah. Di sini dia malah mencintai pria lain. Maafkan aku sayank. Pekik Linda dalam hati.
          Saat memasuki ruang presentasi Ade berteriak pada Linda ‘Semangat ya badak’. Linda tersenyum dan menjawab ‘thanks mata kuda’ walau itu hanya perlahan, dukungan dari Ade membuat Linda semangat saat masuk ruang presentasi. Walau sebenarnya Linda tak tahu apa yang akan ia presentasikan, karena selama waktu pengerjaan soal tadi ia hanya melamun saja.
∞∞∞
          Juara pertama jatuh kepada Ade Mahendra Prasetya. Air mata Linda menetes perlahan, aku memang tak kan pernah bisa memilikimu dan mengalahkanmu De. Penyesalan menghantui pikiran Linda, dalam bus yang sebenarnya ramai itu dia menangis di balik kerudungnya. Menangis karena kekalahannya dan menangis karena menghianati kekasihnya.
          ‘Au.. Sapa yang ngejitak gua ?’ Linda terbangun dari tangisannya.
          ‘Nggak tau. ’ Dila hanya menggeleng.
          ‘Elu ndre ?’ Linda menuduh Andre pelakunya karena yang berada di belakang kursinya adalah Andre.
          ‘Ngapain gua ngejitak lu ?’ Andre mengelak
          Linda berdiri dari kursinya dalam bus itu. Dan melihat Ade sedang duduk jongkok untuk bersembunyi dari Linda. Akhirnya setelah saat itu suasana canggung antara Linda dan Ade mulai mencair. Hingga teman teman mereka bersorak. ‘Awas CLBK lho..
          Setelah itu mereka berdua kembali diam, dan berada dalam dunia masing – masing. Sampai setelah tiba di kota asal mereka, mereka tetap tak saling tegur sapa lagi.
          Hingga saat ini, Linda merasa semakin galau. Malam mulai memudar mentari mulai bersinar. Malam itu Linda tak bisa tidur, sepanjang malam ia hanya menangis hingga matanya persis seperti panda.
          ∞∞∞
          ‘Apa maksud semua ini ? ’ Yudi mulai marah.
          ‘Jangan marah dulu sayank. Gua …’ Linda mencoba menjelaskan semua yang terjadi antara dia dan Ade.
          ‘Nggak usah di jelaskan, Gua nggak nyangka lu bakal ngelakuin hal yang kaya gini. Sekarang lu pilih dia ato gua ? ’ Yudi sedikit emosi.
          ‘Gua milih lu, gua sayank sama lu.’ Linda tertunduk sedih.
          ‘Gua anggep itu sebuah janji. Dengerin gua, gua juga sayank ama lu. Gua mohon jangan buat kecewa karena apa yang lu lakuin. Gua bakal lakuin apa yang lu mau, bahkan gua rela mati demi lu.’ Yudi menyilangkan jari telunjuk kanannya di depan dada.
          Linda hanya tahu Yudi menyayanginya dan menunjukan rasa sayangnya itu. Namun, Linda tak pernah tahu seperti apa perasaan Ade padanya. Linda mencintai keduanya. Apa yang sebenarnya ada di hati Linda, hanya Linda juga tak tahu. Sejak saat itu Linda kembali menghindari Ade, dan mencoba menjauhi Ade. Dan Linda juga mengurangi jumlah pertemuannya dengan Yudi. Entah apa yang akan terjadi diantara mereka bertiga. Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar