Minggu, 10 Juni 2012

Cerita Sedih(Love Story Part III)


        
          Linda berjalan menyusuri Koridor SMAN 1 Pamekasan dengan langkah gontai, kesehatannya yang kurang fit membuat langkah kaki Linda kian melambat. Uhhukk.. uhhuk.. Linda menutup bibirnya dengan sapu tangan Kremnya. Sekarang hari kedua Linda mengikuti tes penerimaan siswa baru di SMA favorite di Pamekasan itu. Sebenarnya Linda enggan melakukan ini semua. Karena Linda tak menginginkan melanjutkan pendidikan di sini walau siapapun telah mencoba merayunya. Linda menginginkan di tempat lain.
            Penerimaan siswa baru melalui jalur undangan sudah berlangsung dua minggu lalu yang dia tolak mentah-mentah. Nilainya lebih dari cukup dan bahkan amat tinggi dibanding teman- teman sekelasnya. Tapi karena itulah Linda enggan mengikuti penerimaan siswa baru melalui jalur undangan. Tak ada tantangan , tidak ada usaha yang berarti , begitulah menurut Linda.
            Keberadaannya di sini sekarang juga karena desakan orang tuanya, setengah hati Linda menjalani ini semua. Demi membuat orang tuanya bangga, walau mereka  tahu apa yang Linda lakukan di sini tak akan menghasilkan apa-apa. Ruang tes masih sepi , Ponsel Linda bergetar ringan tanda sms masuk.
            Semangat ya sayank :*
            Buktikan kalau adek bisa. Abang sayank Adek :* J

            Senyum tipis dari bibir Linda. Pesan singkat dari kekasihnya sedikit menghilangkan rasa jenuh dalam dada. Membosankan , melakukan sesuatu pekerjaan yang sama sekali tak dia inginkan. Linda mencoba menutup mata perlahan , berharap dia bisa tidur walaupun sejenak. Semalam dia menghabiskan waktu untuk online bersama teman-temannya yang sudah di terima melalui jalur undangan. Bukan belajar, tapi malah bersantai.
            Mungkin bagi sebagian temannya dia dianggap sombong atau apalah, tapi mereka tak mengerti. Bila ada seseorang yang bertanya mengapa dia tak menginginkan sekolah di sini , dia pasti akan menjawab dengan berjuta alasan. Tapi sayangnya tak ada satupun yang bertannya.
            Bel berbunyi nyaring . meja kursi yang tadinya kosong melompong kini telah terisi calon – calon siswa baru yang memiliki semangat tinggi untuk menghabiskan hari-hari esoknya belajar disini. Guru pengawas membagikan soal dan lembar jawaban tes kali ini. Bahasa Inggris, bukan hal yang susah bagi Linda. Dalam waktu 45 menit saja semuanya sudah selesai. Dia sudah terbiasa melahap soal-soal seperti itu dengan cepat.
            Ah .. lalu untuk apa sisa waktu ini ? masih ada lebih dari satu jam dari waktu yang di berikan. Membosankan , ingin rasanya Linda berteriak untuk menghilangkan jenuh yang merasuki jiwanya saat ini.
∞∞∞
            Kalau Adek bisa masuk SMA 1 , Abang bakal kasi Adek hadiah.
            REPLAY
            Hadiah apa?
            SEND
            Apapun yang Adek minta akan Abangkasih.
            REPLAY
            Kalau ndak masuk ?
            SEND
            Abang gak percaya adek gak bisa masuk SMA 1.

            Lihatlah betapa menyedihkannya bila semua orang di sekitar Linda tahu betapa bencinya Linda berada di sini. Betapa tidak inginnya dia berada di tempat ini. Ah .. menyebalkan. Linda tahu berjuta siswa lain ingin masuk dan sekolah di sini, tapi tidak bagi Linda.
∞∞∞
            Lho sayank, kok ndak ke smansa ?
            Males
            Ntar yag lihatin pengumuman siapa?
            Ah ntar juga da yang ngeliatin yank . wes lah santai aja.
           
            Hari ini bersamaan dengan berjalannya hubungan Linda dan mas Yudi yang ke 4 bulan pengumuman tes yang menyita waktu , tenaga dan pikiran Linda selama seminggu ini akan keluar. Linda hanya menghabiskan waktunya di depan laptop kesayangannya tanpa sedikitpun niat untuk melihat penngumuman di sana.
            Kamu masuk dek. Selamat ya J
            Ouh. Makasi
            Kakak kelas Linda di SMP yang sekarang bersekolah di sana memberi kabar yang mungkin bagi tetangga Linda sendiri akan menjadi kabar gembira. Tapi entahlah , Linda hanya bisa meng-ouh kan itu semua.
∞∞∞
            ‘Adek pengen bicara.’ Sore itu Linda menyempatkan diri bertandang ke rumah sang pujaan hati. Tiga hari setelah pengumuman itu.
            ‘Mau bicara apa sayank ? ’ Mereka kemudian memilih duduk di taman kota yang asri.
            ‘Adek jadi masuk SMA 1’ Linda berbicara tanpa menghadap ke kekasihnya
            ‘Terus ? Sudah daftar ulang khan kemaren? ’ dari nada bicaranya dia tahu kekasihnya senang.
            ‘Adek jadi masuk SMA 1 PONOROGO’ Linda lalu menatap kekasihnya
            ‘ha ? ini nggak bercanda khan? Bukan april mop khan?’
            Linda hanya menggeleng.
            ‘Terus adek akan tinggalin abang?’
            ‘Ini lebih baik daripada adek di sini. Di sini bukan tempat adek.’
            ‘Apa maksudnya?’
            ‘Adek nggak lahir disini, adek hanya merantau dan memang waktunya adek kembali. Apa Abang nggak kasian adek di sini? Cukup sudah adek menderita selama 13 tahun di sini.’
            ‘Trus  gimana sama hubungan kita ?’
            ‘Adek bebaskan abang memilih. Adek gak akan maksa abang untuk tetap bersama adek.’
            ‘Abang tetep sama Adek. Abang bakal nunggu adek di sini’
            ‘Adek ndak mau di tunggu , adek mau di kejar. Buktiin kalau Abang sayang Adek. Belajar yang bener dan susul adek disana. ’
            ‘Okey, tapi Adek jangan lari saat Abang susul adek.’
            ‘Ndak akan. Sudah lah jangan nangis. Malu tau.. masa cowok nangis ?’
            ‘Sapa yang nangis? Ini kena debu kok . week’ Yudi mencoba tersenyum walau dalam hati dia menangis.
            Di ikuti menguningnya cakrawala . Yudi mengantar sang kekasih kekediamnya. Esok hari ia juga akan mengantar kekasinya ke terminal untuk mencari sekolah di tempat asalnya. Kemudian menunggunya kembali di terminal itu lagi. Minggu depan dia mengantar Linda lagi , dan seterusnya dia hanya menunggu dan mengantar Linda. Hingga akhirnya Linda tak akan kembali.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar