Dear my lovely,
Do you know if every time I will
always think of you?
Do
you know if my live only for you?
I think you know about my fell
And
I believe that you have a same fell with me.
I will always love you
Every time
Do
you know ?
Every song I sing, I sing for you
And anywhere I’m , I always think
about you
I can know if you miss me
I can know what are you do every
time
Because my heart has been in your
heart
Don’t be afraid my lovely
I will always beside your
From: Someone who loves
you forever
‘Janganlah, terlalu agresif.’
Lembaran kertas yang kesekian ratus kembali di lipat oleh
Han Sun Jee. Cowok putih, berhidung mancung itu kembali terpuruk untuk
memikirkan untaian kata selanjutnya yang akan di tulisnya di kertas berikutnya.
Memang zaman sudah modern, tapi dengan surat saja dia selalu gagal apalagi
secara langsung.
Tampan, tinggi, putih, plus pinter. IQ 200, nyaris
perfect buat ukuran cowok SMA yang baru umur 17 tahun. Jee sedang dilanda cinta
yang mendalam pada gadis hitam manis teman sekelasnya sejak pertama kali masuk
SMA. Margaretta Prisca , First love in the first sight , but, dengan IQ yang
sedemikian tingginya, tak memudahkannya untuk menyatakan perasaannya pada gadis
itu.
Malam ini, Lagu dari Fire House ‘I Love You Everyday’ menggema dari laptop Jee diiringi senandung
riangnya. Fall in love make us blind. Love you Icca. :*
∞∞∞
I can love you easy if you give me the chance ….
New
state in Sun Jee’s Facebook. Pagi ini dia
ingin sekali membawa mentari yang amat cerah ke hadapan Icca untuk
mengungkapkan perasaannya. Jee mengenakan seragam sekolahnya. Celana panjang krem, baju berkerah tangan
panjang warna putih dan hem berwarna krem. Tidak lupa dia mengenakan
kacamatanya yang makin membuatnya imut.
Di Sekolah Berstandart Internasional ini lah Jee bisa
menemukan kebahagiaan yang jarang sekali dia dapatkan dari berjuta angka yang
selalu menghiasi hari-harinya. Matematika adalah kekasih pertamanya. Tapi, dia
selalu berharap bahwa Icca adalah akan menjadi kekasihnya untuk selamanya.
Senandung cinta selalu mengema dalam batin Jee. Cinta
telah merasuki jiwa dan raganya membuatnya seolah terbius dan melupakan
segalanya. Jee langsung menempati bangku kelasnya setelah tiba di sekolah.
Namun, hingga bel masuk berdering mesra pun gadis yang ia nanti tak kunjung
tiba. Icca, where are you ?
Hingga jam terakhir Icca tetap tak ada. Jee memberanikan
diri bertanya pada Muna, sekertaris kelasnya. “Mun, Where is Icca ?” Jee
terlihat sangat khawatir. “What ? Icca , yesterday her mom send me a message.
She said that Icca is sick, and she in hospital now. What happend Jee ? Do you
miss Icca ?” Muna mulai curiga.
“No, I just have some business with her. Okay, thank you
Muna. I have to go. Bye” . Jee berlari meninggalkan Muna yang masih tampak
kebingungan. Dengan mobil pemberian Ayahnya yang ke -17 Jee melaju di jalan
kota Pahlawan ini. Macet karena hujan tengah mengguyur. Jee sangat khawatir,
dia takut sesuatu yang buruk akan terjadi kepada Icca.
∞∞∞
“Icca sudah tidak ada nak. Dia sudah pergi meninggalkan
kita.” Kata-kata itu meruntuhkan ketegaran jiwa Jee sebagai seorang laki-laki.
Air matanya pun sedikit-demi sedikit menetes.
Kehilangan
seseorang yang membuat Jee selalu terseyum kala dia menatap mata bulat indah
Icca secara sembuyin-sembunyi. Dan turut tertawa kala Icca tersenyum dengan
manisnya. Seorang yang selalu membuatnya bersemangat. Kini, dia tak akan lagi
dapat melihat mata indah yang selalu tampak bersinar itu, juga senyum manis
yang membuat siapa saja yang melihatnya akan turut tersenyum.
“Icca,
Overdosis narkoba nak, saya memang salah tak seharusnya dia seperti ini. Saya
tak pernah memperhatikan apa yang dia lakukan setelah saya sibuk berkerja,
setelah saya bercerai dengan suami saya 3 tahun lalu.” Begitulah cerita Ibunda
Icca dengan tangis pecah.
Hanya
tangis yang mengantar kepergiannya, tak akan ada lagi Icca yang ceria dan
membuat semua orang bersemangat. Meski semua penyesalan di ucapkan, tak akan
mengembalikan Icca ke dunia ini lagi.
Dan
Jee terpaksa harus membiarkan Icca , gadis hitam manis itu membawa seluruh
cintanya. Aku menyesal tak pernah
mengunggkapkan perasaanku. Andai aku mengungkapkannya semua tak akan seperti
iini. Aku bisa menemaninya dikala sedih bukan obat – obat biadab itu.
Love
you Icca , I love you. Where ever you are…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar