Menghabiskan malam hanya dengan tetesan air mata.
Merenungi betapa bodohnya diri ini.
Memaksamu untuk tak merindukanku.
Memaksamu asyik dengan duniamu.
Memaksamu untuk berusaha melupakan diriku.
Karena suatu saat aku akan meninggalkanmu
Bukan karena aku tak lagi mencintaimu
Tapi keadaan yang memaksaku membunuh cinta ini
Aku yang bodoh,
Aku yang tak bisa berhenti merindukanmu
Tak berhenti menangisi ketidak beradaanmu di sisiku
Dan tak pernah bisa melupakanmu walaupun aku memaksa diriku
sendiri
Aku tak sanggup lagi , mengertikah kau tentang perasaanku
ini ?
Aku tak sanggup lagi
berpura-pura bahagia
Tak sanggup lagi berpura-pura tegar
Aku rapuh, aku lemah dan aku butuh kamu di sisiku
Aku tak perduli apa kata mereka
Mereka tak mengerti tentang perasaanku ini
Sesungguhnya aku ingin pergi dan membawa cintamu untuk
selamanya
Daripada aku harus hidup dengan kepura-puraan.
Aku rindu padamu, tidakkah kau mengerti itu ?
Lihatlah bintang di langit yang tertutup awan kelabu sambil
tertawa
Itulah aku , aku tertawa dalam penderitaan ,
agar kau tak tahu betapa menderitanya aku tanpa dirimu.
Aku tak tahu lagi apa yang dapat aku lakukan tanpamu.
Tapi , aku hanya ingin kau tahu semenderita apapun aku
Aku ingin kau bahagia walau tak bersamaku
Sadarkah kau bahwa kini aku menangisimu ?
Menangisi kebodohanku ini ?
Menangisi perasaan rindu yang tak bertepi
Yang harus aku sirnakan demi orang lain.
Demi membahagiakan orang lain , tanpa peduli betapa sakitnya
hatiku.
Aku merindukanmu, dapatkah kau mendengarnya ?
Apakah kau juga merasakan hal yang sama ?
Setiap malam hanya terbayang senyummu ,
Terbayang candamu saat menghiburku,
Apa kau mengingatku disana ?
Apakah kau berdoa pada Tuhan ?
Berdoa tentangku dan cinta ini ?
Seperti yang aku lakukan .
Tapi dapatkah Tuhan mengerti .
Cinta dan Rindu yang terlarang ini telah menyiksaku .
Tawa dalam derita ini telah membunuh hatiku.
Aku sungguh sangat merindukamu .
Dapatkah kau merasakannya ?
Pamekasan, March 9th , 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar